Tujuan Pendidikan Seksual Remaja

Tujuan Pendidikan Seksual Remaja

Maksud Pendidikan Seksual

Pendidikan seksual terkecuali menerangkan perihal aspek-aspek anatomis serta biologis juga menerangkan perihal aspek-aspek psikologis serta moral. Pendidikan seksual yang benar mesti memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur serta agama diikutsertakan hingga bakal adalah pendidikan akhlak serta moral juga.

Menurut Kartono Mohamad pendidikan seksual yang baik memiliki maksud membina keluarga serta jadi orangtua yang bertanggungjawab (dalam Diskusi Panel Islam Serta Pendidikan Sex Untuk Remaja, 1991). Sebagian pakar menyampaikan pendidikan seksual yang baik mesti dilengkapi dengan pendidikan norma, pendidikan perihal jalinan antar sesama manusia baik dalam jalinan keluarga ataupun didalam orang-orang.

Juga disebutkan bahwa maksud dari pendidikan seksual yaitu bukanlah untuk menyebabkan rasa mau tahu serta mau coba jalinan seksual pada remaja, namun mau mempersiapkan supaya remaja tahu perihal seksualitas serta akibat-akibatnya apabila dikerjakan tanpa ada mematuhi ketentuan hukum, agama serta kebiasaan istiadat dan kesiapan mental serta material seorang. Diluar itu pendidikan seksual juga mempunyai tujuan untuk memberi pengetahuan serta mendidik anak supaya berperilaku yang baik dalam soal seksual, sesuai sama etika agama, sosial serta kesusilaan (Tirto Husodo, Seksualitet dalam mengetahui dunia remaja, 1987).

Penjabaran maksud pendidikan seksual dengan lebih komplit seperti berikut :

Memberi pengertian yang ideal tentang pergantian fisik, mental serta sistem kematangan emosional yang terkait dengan permasalahan seksual pada remaja.
Kurangi ketakutan serta kekhawatiran berkenaan dengan perubahan serta penyesuaian seksual (peran, tuntutan serta tanggungjawab)
Membuat sikap serta memberi pengertian pada sex dalam seluruhnya manifestasi yang beragam
Memberi pengertian bahwa jalinan pada manusia bisa membawa kenikmatan pada ke-2 individu serta kehidupan keluarga.
Memberi pengertian tentang keperluan nilai moral yang esensial untuk memberi basic yang rasional dalam bikin ketentuan terkait dengan tingkah laku seksual.
Memberi pengetahuan perihal kekeliruan serta penyimpangan seksual supaya individu bisa melindungi diri serta melawan eksploitasi yang bisa mengganggu kesehatan fisik serta mentalnya.
Untuk kurangi prostitusi, ketakutan pada seksual yg tidak rasional serta eksplorasi sex yang terlalu berlebih.
Memberi pengertian serta keadaan yang bisa bikin individu beraktivitas seksual dengan cara efisien serta kreatif dalam beragam peran, umpamanya juga sebagai istri atau suami, orangtua, anggota orang-orang.

Jadi maksud pendidikan seksual yaitu untuk membuat satu sikap emosional yang sehat pada permasalahan seksual serta menuntun anak serta remaja ke arah hidup dewasa yang sehat serta bertanggungjawab pada kehidupan seksualnya. Hal semacam ini ditujukan supaya mereka tak berasumsi sex itu satu yang menjijikan serta kotor. Namun lebih juga sebagai bawaan manusia, yang disebut anugrah Tuhan serta berperan utama untuk kelanggengan kehidupan manusia, serta agar anak-anak itu dapat belajar menghormati kekuatan seksualnya serta cuma menyalurkan dorongan itu untuk maksud spesifik (yang baik) serta pada saat yang spesifik saja.
Sebagian Strategi mengajarkan pendidikan seksual

Beberapa pakar memiliki pendapat bahwa pendidik yang paling baik yaitu orangtua dari anak tersebut. Pendidikan yang didapatkan termasuk juga dalam pendidikan seksual. Dalam mengulas permasalahan seksual yaitu yang sifatnya sangatlah pribadi serta memerlukan situasi yang akrab, terbuka dari hati ke hati pada orangtua serta anak.

Hal semacam ini bakal lebih gampang di ciptakan pada ibu dengan anak perempuannya atau ayah dengan anak laki-lakinya, sekalipun tak ditutup kemungkinan bisa terwujud apabila dikerjakan pada ibu dengan anak laki-lakinya atau ayah dengan anak perempuannya. Lalu upayakan jangan sempat nampak keluhan seperti tidak paham mesti mulai dari tempat mana, kekakuan, kebingungan serta kehabisan bahan perbincangan.

Dalam memberi pendidikan sex pada anak janganlah ditunggu hingga anak ajukan pertanyaan tentang sex. Baiknya pendidikan sex diberikan dengan terencana, sesuai sama situasi serta keperluan anak. Baiknya ketika anak mendekati remaja di mana sistem kematangan baik fisik, ataupun mentalnya mulai muncul serta berkembang kearah kedewasaan.

Banyak hal utama dalam memberi pendidikan seksual, seperti yang di jabarkan oleh Singgih D. Gunarsa (1995) di bawah ini, mungkin saja pantas anda cermati :

Cara mengemukakannya mesti lumrah serta simpel, janganlah tampak ragu-ragu atau malu.
Isi uraian yang di sampaikan mesti obyektif, tetapi janganlah menerangkan yang tidak-tidak, seakan-akan mempunyai tujuan supaya anak akan tidak ajukan pertanyaan lagi, bisa mempergunakan misal atau lambang seperti umpamanya : sistem pembuahan pada tumbuh-tumbuhan, sejauh di perhatikan bahwa uraiannya terus rasional.
Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya mesti sesuai dengan keperluan serta dengan step perubahan anak. Pada anak usia 9 atau 10 th. t belum butuh menerangkan dengan cara komplit tentang tingkah laku atau aksi dalam jalinan kelamin, lantaran perubahan dari semua segi kepribadiannya memanglah belum meraih step kematangan agar bisa menyerap uraian yang mendalam tentang permasalahan itu.
Pendidikan seksual mesti diberikan dengan cara pribadi, lantaran luas sempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahap perubahan berbeda buat tiap-tiap anak. Dengan pendekatan pribadi jadi cara serta isi uraian bisa sesuai dengan situasi spesial anak.
Selanjutnya butuh di perhatikan bahwa upayakan melakukan pendidikan seksual butuh diulang-ulang (repetitif) diluar itu juga butuh untuk tahu seberapa jauh suatu hal pengertian baru bisa diserap oleh anak, juga butuh untuk mengingatkan serta menguatkan (reinforcement) apa yang sudah di ketahui supaya betul-betul jadi sisi dari pengetahuannya.

Saya meyakini pasti masih tetap ada beberapa cara lain yang bisa anda pakai dalam mendidik anak remaja anda. Akhir kata saya mengharapkan semoga tulisan ini bisa berguna untuk remaja, orangtua serta pendidik dalam membuat remaja jadi generasi penerus bangsa yang mempunyai kwalitas kehidupan yang lebih tinggi dalam hadapi tantangan yang lebih berat di waktu mendatang.

0 Response to "Tujuan Pendidikan Seksual Remaja"

Poskan Komentar

wdcfawqafwef